Apakah kita terlahir sebagai pelancong?
AGAMA :
Nah dari segi agama, contoh yah, Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa berkembangnya Islam ke Tanah Melayu adalah melalui perdagangan. Pedagang-pedagang Arab pada zaman dahulu telah mengembara puluhan ribu kilometer semata-mata untuk berdagang dan mengembangkan perniagaan mereka di rantau Asia khususnya.
Nabi Muhammad sendiri juga MENYURUH kita bepergian. Seperti ini sabdanya: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, kerana sesungguhnya menuntut ilmu sangatlah wajib atas setiap orang muslim” (Riwayat Saidina Anas).
Allah telah berfirman: “Tidaklah mereka menjelajah di muka bumi, supaya mereka mempunyai hati yang dapat memikirkan atau telinga dapat digunakan untuk mendengar? Kerana sebenarnya bukan mata yang buta, tetapi yang buta ialah hati dalam dada”. (Surah Al-Hajj, ayat 46)
Firman Allah : “Pergilah berjalan (mengembara) di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana akibat orang yang mendustakan Allah.” (Surah al-Anam, ayat 11)
Allah berfirman lagi : “Katakanlah: Jelajahilah muka bumi ini dan lihatlah bagaimana akibat (yang menimpa) orang yang berdosa.” (Surah an-Naml, ayat 69)
Cerita kisah nabi dan rasul serta para sahabatnya kan juga pada bepergian sampai berjuta-juta kilometer. Sekarang mah apalagi, jaman udah canggih, satu benua ke benuan lain bisa dijangkau kurang dari satu hari.
nah bukti apa lagi yang engkau dustakan anak mudaHHH?
JELAJAH VROHH JELAJAH !!!!
hahah
RISET dan TEKNOWLEJI ( baca seolah-olah lu cinta laurraa) :
Berdasarkan riset di blog psikologi ini , keinginan untuk berkelana disebabkan satu gen bernama DRD4, yang berhubungan dengan kadar dopamine di otak.
Gen tersebut, yang dikenali juga dengan kode gen DRD4-7R, disebut DNA petualang karena berhubungan dengan rasa ingin tahu dan kegelisahan.Setiap orang yang memiliki DNA ini, memiliki hal yang sama dengan pemilik DNA lainnya, yaitu riwayat traveling di masa lalu. Gen ini tidak muncul di setiap orang, hanya 20% dari penduduk dunia yang memilikinya. Dimiliki oleh sebagian besar orang yang leluhurnya berada dalam budaya traveling (pedagang, pengembara, pelaut) yang tinggi. Nah kebetulan leluhur saya adalah seorang pelaut, tidak salah lagi naluri traveler ini kecipratan ke guwe. LOL
David Dobbs dari National Geograhic menambahkan bahwa gen 7R tidak hanya memicu rasa ingin tahu dan kegelisahan, namun juga hasrat untuk traveling. Gen ini membawa pula keberanian mengambil resiko, eksplorasi tempat, ide, makanan, relasi, obat-obatan, maupun aktivitas seksual baru.
Actually, sifat “wanderlust” yang dibawa orang itu berbeda-beda. Seperti saya, lebih banyak ke daerah-daerah. Nggak harus bermewah-mewahan, explore ke daerah atau tempat lain yang sama sekali baru bagi kamu itu sudah menjadikan kamu sebagai “klon traveler” (ceilakkk). Nggak haruslah yah saya detailin disini tentang manfaat traveling. Once you do it, thousand lesson you’ll get. Selagi masih kuat mbak broh, mas broh, mari liat-liat dunia luar. Jangan pada di rumah aja, jangan pada di belakang meja kerja aja. Sekali-keli buat rencana perjalananmu. Kalau nggak bisa buat, biar saya yang buatin. Transfernya belakangan deh *mhahhahaa
Ada quote keceh nih dari Ika Natassa (Lu nggak kenal ama dia? walaahhh Lu taunya apa sih?) -HAHAHAH *justkidding
“Travel is that one boarding pass you keep in your wallet to remind yourself one day when you’re gray and old that you were once cool”