Ada lagi nih, salah satu film favorit saya. Film yang diperankan oleh si tampan, James Franco. Film ini dibuat bedasarkan kisah nyata. Entah kenapa saya sangat sangat menyukai film yang based on true story, auto menginspirasi. Film ini menyangkut perjuangan hidup dan mati seseorang. Meskipun dialognya kurang, tapi film ini cukup menggetarkan saya.*azik
Cerita dimulai ketika Aron, cowo kantoran yang hobi mendaki dan melakukan hal gila pergi sendirian ke Blue John Canyon, Utah. Ia pergi tanpa mengabarkan siapapun. Layaknya para pendaki yang berpengalaman, ia pergi dengan berbagai persiapan dan perlengkapan yang sangat lengkap, serta perhitungan matang akan segala jadwal kegiatan dalam perjalanannya.Satu hal yang membuat ia lengah, pisau Swiss Army tajam andalanya yang tidak terbawa, tertukar dengan pisau lipat kecil yang tumpul.Dengan kelihaiannya, Aron berhasil menyebrangi banyak tebing yang curam. Bahkan dengan petualangan Aron ini, kita bisa menikmati keindahan Blue John Canyon, baik dari struktur bebatuan, hingga air terjun di dalamnya. Sayangnya, selihai-lihainya seorang manusia jika ceroboh pasti akan tergelincir. Itulah yang terjadi pada Aron ketika secara tidak terduga terperosok ke dalam tebing yang dalam, dan batu besar dengan menjepit pergelangan tangan kanannya.
Masalah pun muncul. Tidak ada satu orangpun yang berada di lembah itu, dan ia berada terperosok sangat jauh. Berteriakpun percuma, suaranya tidak terdengar hingga ke atas. Sialnya, dengan segala cara yang Aaron lakukan batu itu tetap tidak bergeming. Tetap diam menjepit tangannya. Dengan pikiran yang sangat dingin, Aron berfikir cerdas untuk bertahan dan menyelamatkan diri. Mulai dari menjadwal bekal makanan dan minuman, serta membuat perlindungan diri dari tali dan tenda. Itupun dilakukan dengan satu tangan. Ia juga menggunakan semua peralatannya untuk membebaskan tangannya. Sayangnya, segala cara dilakukan tidak juga berhasil. Aron hampir menyerah dan merasa hidupnya hanya sampai di sini. Ia kemudian teringat kepada mantan kekasih dan semua keluarganya, terutama ibunya yang terus menerus mengkhawatirkannya. Rasa bersalah pun muncul. Ia bahkan sempat mengalami delusi dan halusinasi. Air minumnya juga mulai habis sehingga Aron terpaksa meminum air seninya sendiri. Luka di tangannya mulai membusuk dan badannya semakin lemah. Ia juga terkena dehidrasi dan hipotermia.
Untungnya Aron sangat kuat, dan tetap berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara bagi Aron adalah memotong pergelangan tangannya. Ia menyiapkan segala peralatan yang bisa digunakan. Sayangnya, ia salah membawa pisau lipat. Dengan terpaksa Aron menggunakan pisau lipat tumpul untuk memotong tangannya. Akhirnya ia mengikat bagian pergelangan tangan yang siap untuk dipotong, dan ditusukannya pisau tumpul itu ke dalam daging tangannya. Rasa sakit tak tertahankan dari sayatan-sayatan kecil sangat menyiksanya, tapi Aron tetap bertahan. Akhirnya, dengan penuh perjuangan dan kenekatan ia berhasil memotong tangannya. Aron langsung meloncati lembah untuk segera keluar dari tempat ia terjebak, namun tak kunjung menemukan orang yang bisa menolongnya. Ia hanya menemukan genangan air kotor yang digunakannya untuk minum dan mencuci muka. Beruntung ada backpackers lain yang lewat dan membantunya. Di sanalah akhirnya Aron mendapat pertolongan. Aron sendiri kini telah menikah dan tetap menjalani kehidupannya sebagai pendaki professional walau dengan satu tangan.
Dari film tersebut, ada pelajaran yang bisa dipetik. Antara lain;
- Infoin kerabat kalau kalian mau traveling. Mau jauh atau dekat yang jelas beritahu mereka.
- You might find yourself when you lost somewhere.
- Dibalik penderitaan kamu alami, pasti bakal tergantikan dengan sejuta kebahagiaan. Kalian tidak perlu memotong lengan kalian biar merasakan sakitnya si Aron kaya gimana untuk dapatin sejuta kebahagiaan itu **ahaha, at least dari film itu si ARon kasih tau ke kita kalau kadang kita harus merasakan sakit yang luar biasa sebelum merasakan kebahagiaan yang jauh luar biasa.
- Percaya kalau mujizat itu ada dari Tuhan.
- Utamakan keselamatan. Safety first.
- Beli pisau lipat jangan yang made in China wkwkw