Visit the tallest statue of Jesus in the world

2017-07-01 20.30.02

For the first time,I witnessed the-happening- statue of Jesus then so-called as the highest statue in the world. As we know that,the most popular of Jesus statue is located in Rio, Brazil. My boyfriend and I went to Makale, Tana Toraja to see  that. We went there by motorcycle in the early morning and headed to the top of a hill of the city (Makale). The top of the hill is very accessible and still being constructed. At that moment, there are lot of visitors from out of town. It is 40 m tall which is taller than Christ the Redeemer in Rio. To reach this place, you can go by motorbike or car. I took a road by passing Toraja Coffee Cafe, the road is quite good and takes about 15 minutes.

We GOt IT! We parked the motorcycle and go up through some steps. The statues is still covered by smooth fogs. My bae and I walked down and took some pictures. The scenery is amazing. The city is very green and beautiful. The best time to visit this place is in the morning. Don’t worry, there are some small shops there in case you are thirsty or hungry 🙂

2017-07-01 09.06.43-1-1

 

2017-07-01 09.06.42-1-1

 

Bitter Sweet Gumuk Pasir Toraja

Mood pagi sebelum kerja: Kunjungin blog 2 hari sebelum gajian. *curhat*

Photo 7-1-17, 1 42 01 PM

I Made it!
I Made it!

Daya tarik Toraja ternyata masih sangat banyak yang sepatut dan selayaknya dikunjungi. Sekarang ini, para traveler lagi heboh-hebohnya ngeposting satu spot yang kalau boleh dibilang bukan Toraja banget. Toraja identik dengan tongkonannya, hamparan sawahnya, tedong bonga, ritual kematian dan kopinya. Spot yang tadi saya singgung itu adalah Bukit pasir atau Gumuk pasir atau Gurun Pasir. Pasca lebaran, saya dan pacar saya memutuskan untuk travel lagi dan kali ini lokasinya adalah Toraja. Gumuk pasir sebenarnya  adalah refrensi sepupu saya yang pernah ke tempat tersebut. Nah, setelah melihat beberapa foto dan membaca artikel tentang itu,ternyata worthy juga buat dikunjungi.

Gumuk pasir ini berlokasi di Desa Rantebua,Samalu,Toraja Utara. Kami ngetrip dengan mengendarai motor dari Makale ke Rantepao kemudian ke arah Kete’ kesu (bekal petunjuk dari Google maps serta nanya penduduk setempat). Lama perjalanan adalah sekitar 1 jam 45 menit atau sekitar 25km untuk sampai ke desa tersebut. Jalan yang dilalui berbelok-belok dan lumayan mulus. Banyak hal yang bisa dilihat disepanjang jalan; antara lain hamparan sawah yang hijau, bukit, kerbau, anjing, air terjun kecil, dan rumah penduduk.

Beberapa kali saya harus turun dari motor untuk bertanya ke penduduk setempat tentang letak persis gumuk pasir ini. Google maps sudah nggak bisa diandelin lagi. Beberapa kali harus berhenti karena merasa udah sangat jauh dari kota dan tidak melihat tanda-tanda desa yang ingin didatangi. Setelah melihat ada spanduk yang kusam dan sudah robek bertuliskan “gurun pasir ‘, kami pun tambah semangat.

Jalan yang saya lalui sangat sepi dan hanya ada 2 rumah penduduk yang itupun jaraknya terpisah. Saya pun bertanya ke seorang Ibu yang lagi ada di dalam rumahnya. Beliau merespon  “harus jalan,sekitar sekilo lagi ke dalam” WOW!

Awalnya ogah markir karena kami pikir  masih bisa kog dilalui motor.Yah meskipun alas kaki mau nggak mau dilepas. Ternyata beberapa meter saja kondisi jalan udah betul-betul parah. Takut motor kenapa-napa, akhirnya setelah melalui jalan berlumpur,becek, berbatu dan licin, kami putuskan untuk jalan kaki saja.

We are in the middle of the jungle. Setelah mendaki masih saja belum terlihat tanda-tanda gumuk pasir,  sudah kelelahan dan sempat berunding untuk lanjut atau tidak. Saya hanya berdua, Omamaaake… look what’s your daughter doing. Sekitar ratusan meter berjalan,alhasil bertemu dengan 2 orang pemuda pendaki gunung yang hendak kembali ke kota dan bertanya apakah masih jauh atau tidak, dan mereka menjawab ‘sudah dekat sekali,tinggal lurus dikit,belok kiri dan naik ke bukit”

 

YAY!

Akhirnya, setelah becek-becekan, ngos-ngosan, telapak kaki udah perih gumuk pasirnya keliatan juga.Unforgettable moments. Sempat tertawa juga setelah melihat pakain dan kaki yang sudah sangat kotor. It’s so much fun. Tempat yang indah untuk dikenang dan mikir keras buat kembali lagi. One page of my life is fulfilled with this experiences. I witnessed and experienced a lot of things. Thanks to my boyfriend for the patience and help during the trip. XOXO

Here I am
Here I am

 

Photo 7-1-17, 12 24 37 PM

Wisata Batu Menhir di Bori, Tana Toraja

YAY selfie
YAY selfie

Satu daerah paling tersohor di Sulawesi Selatan dan bahkan di dunia hanya Toraja. Toraja atau Tana Toraja atau dari kata To Riaja yang berari Orang yang bermukim di daerah atas. Dalam hal ini berarti daerah pegunungan.

Jika berjalan-jalan kesini, 1000 persen budaya dan adat istiadat setempat masih sangat kental. Setelah beberapa kali mengunjungi daerah ini, ada saja hal yang memanjakan mata saya dengan hal yang baru. Semua mungkin sudah sangat familiar dengan acara upacara kematian, atau panorama gunung di Sesean, makam batu di tebing-tebing. Tapi kali ini saya akan menunjukkan satu lagi sisi unik dari Toraja dengan pemandangan batunya. Saya dan keluarga menuju satu tempat yang bernama Bori. Bori atau dikenal dengan Rante Kalimbuang Bori masih terletak di kota Toraja Utara. Ditempat inilah menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO yaitu adanya batu Simbuang. Batu yang menyerupai menhir. Bisa dubilang punya kemiripan dengan stonehengenya Inggris, atau kalau yang ada di Indonesia ada di kebumen.

Menhir dan Tongkonan
Menhir dan Tongkonan

Nah,Batu-batu ini ditanam diambil dari gunung- gunung yang ada di Toraja. Untuk membangun situs megalith ini, masyarakat setempat harus mengadakan satu ritual khusus yang bernama “Rapasan Sapurandanan”. Bukan hanya itu, kalau di Toraja nggak korbanin kerbau nggak afdal rasanya. Untuk ritual tersebut jumlah kerbau yang dikorbankan minimal 24 ekor. Menurut kepercayaan adat setempat, semakin tinggi menhir yang didirikan, semakin tinggi pula derajat kebangsawanan seseorang. Untuk menanam batu ini, diperlukan beratus-ratus lelaki. Caranya yaitu dengan ditarik dengan menggunakan batang pohon dan tali temali dari bambu. Kurang lebih sepertiga dari batu ini ditanam dalam tanah.

3M.. Menhir, Me, Marvelous !
3M.. Menhir, Me, Marvelous !

tercatat ada 102 batu yang tertanam di kawasan ini dengan beraneka macam ukuran. Untuk para wisatawan, mereka tidak akan dimanjakan dengan batu-batuan itu saja. Akan tetapi, juga bisa melihat beberapa makam yang ada di batu, kuburan bayi dan rumah tongkonan pastinya.

Oval Stone and some bodies in it
Oval Stone and some bodies in it
Skulls and skeletons
Skulls and skeletons

TRAVEL CANTIK DI TANA TORAJA

Satu lagi gan cerita backpack saya di Tanah Sulawesi. The most WANTED destination di Sulawesi Selatan, yup… TORAJA aka TANA TORAJA. Kali ini saya ditemani sama dua orang pemuda asal New Zealand (baca : BULE). Saya menyebutnya Dave Young dan Will Kerr. (sudah nama asli mereke kaleee). Trip ngebackpack ke Toraja itu dimulai dari rumah plus tanah kelahiran saya, yaah kampong saya yang namanya Watampone, Bone, Kab. Bone Sul_sel . G’ familiar sih, bolehlah cek di google map LOL.