I’m back! How do y’all like WFH? well, I definitely laaavvvvv it.
Alright, speaking of which, hari ini saya lagi mood nulis. Topik yang saya angkat terbilang out of date tapi tak mengapa. Kali ini mau nulis soal pengalaman merayakan hari Thanksgiving bersama keluarga angkat di Amerika. Perayaan Thanksgiving tahun lalu cukup bermakna buat saya karena keluarga besar dari hostparents saya datang dan yang paling utama adalah ini pengalaman pertama saya langsung turut merayakan salah satu momen besar di negeri Paman Sam ini. Sekedar informasi bahwa keluarga dari Ayah angkat saya berasal dari England dan dari Ibu berasal dari Amerika. Sungguh sangat kebetulan! Mengapa? karena Thanksgiving ini awalnya diperkenalkan oleh British yang bermigrasi ke benua Amerika. So, yeah, that’s relate!
Thanksgiving jatuh pada hari Kamis keempat di bulan November dan dirayakan sebagai bentuk syukur atas berkat yang diterima dari Tuhan. Di Amerika, selain hari Natal, perayaan Thanksgiving ini dijadikan sebagai libur nasional dan di sinilah semua keluarga berkumpul. Jadi sama halnya dengan kita di Indonesia, thanksgiving mirip dengan hari Lebaran.


Apa yang penting dari Thanksgiving? Ya, makan-makannya. Hidangan yang bervariasi memenuhi meja makan kami waktu itu. Ayah angkat saya berperan jadi main chefnya. Ada kalkun sebagai simbol utama dari Thanksgiving, salad, pie, ice cream dan beberapa masakan lainnya. Makanan, silverware dan bunga diatur sedemikian rupa di atas meja. Sebelum duduk melingkar di meja, salah satu kerabat dari Ayah angkat saya membagikan satu benda semacam ornamen gitu buat dipasang di kepala (sejenis crown). Di atas piring pun, ada 1 benda yang bentuknya mirip dengan permen. Tapi itu tidak untuk dimakan. Aduh, saya lupa itu apa tapi katanya itu adalah bentuk perayaan thanksgiving versi British. Sebelum menyantap makanan, kami semua berdoa and finally irisan besar daging kalkun itu terhidang di piring saya.

Setelah makan terus lanjut ke sesi ngobrol (masih di meja makan). Satu per satu mesti ngomong mengutarakan hal apa yang paling disyukuri dalam hidup masing-masing. Setelah semua dapat giliran bicara, kami lanjut makan dessert lalu beresin meja makan and then play Poker. Seketika Emak angkat saya menyulap meja makan menjadi meja poker. hahah

Thanksgiving in the USA was an amazing moment for me. So grateful spending time with kind-hearted family. I really hope that I could see them again. AMEN!
