
Announcement untuk penumpang pesawat American Airlines dengan tujuan Dallas akhirnya terdengar juga. Sebelum on board, semua penumpang harus berbaris cantik untuk proses pengecekan data (scanning passport and boardingpass). Tiba giliran saya untuk scanning passport dan boarding pass, eh tau-tau invalid hmmmm. Penyebabnya ternyata karena saya belum pernah ke YUES sebelumnya, so butuh proses pendataan lagi. Proses pendataan dilakukan oleh staff American Airlines. Setelah berhasil, saya kembali ke antrian dan proses pegecekan carry-on. Saat bawaan diperiksa, petugas menemukan botol saya yang berisi air minum. Air nggak boleh dibawa masuk, jadi mau nggak mau, saya harus minum ditempat. Pihak airlines sudah menyiapkan wadah untuk barang-barang yang tidak boleh masuk ke pesawat.
Here we go! I am on board. Sempat kaget juga sih saat masuk ke pesawat liatin pramugari dan pramugaranya yang hmm.. tua-tua semua. Yes, tua ! beda banget ama flight attendantsnya Indonesia yang semua seksihhhh dan muda-muda. But, meskipun tua, mereka sangat energik loh.
Penerbangan di tempuh selama 14 jam 8 menit atau 13,655 km. Penerbangan terlama yang pernah saya rasakan. Selama penerbangan saya ngemil, nonton film, tidur, denger lagu. Karena ini penerbangan yang panjang, saya jalan-jalan di atas pesawat, kadang juga berdiri di samping kursi karena kelamaan duduk. Fasilitas yang disediakan adalah selimut, earplug,facee tissue, cleanser, bantal dan snacks. Flight attendance juga ngasih list makanan/ drink selama penerbangan. I had to tell you that It’s very boring, makanan yang dikasih nggak enak,tapi minumannya bervariasi dan lumayan lengkap. Bahkan yang mau coba Jack Daniels, red wine and so on semua ada dan free 🙁
Singkat cerita, tibalah kami di Dallas/Fort Worth International Airport. Dengan kata lain, I am officially tiba di benua Amerika. Turun dari pesawat, saya kemudian ke bagian imigrasi. Antrian saat itu untuk foreigners (atau pemegang visa pelajar kaya saya) sangat-sangat padat. Sempat lost juga karena salah masuk antrian sementara kurang sejam harus lanjut terbang lagi ke Arizona. Antrian padat merayap di semua loket, sampai-sampai saya memberanikan diri untuk mencoba ngobrol ama petugas imigrasi bapak-bapak bahwa sebentar lagi pesawat saya akan on board. Saya berdua ama Anin, sementara 3 teman lainnya masih paling belakang. Tanpa malu, saat tiba giliran saya maju dekat counter imigrasi buat ditanya2, saya kembali tanya si petugas yang bapak2 itu dengan ngomong gini.
“permisi Sir, aku minta tolong yah teman aku 3 orang di belakang sana (sambil nunjuk ke arah antrian)boleh nggak motong antrian karena sebentar lagi akan on board?”
lalu dijawab “mereka siapa? apanya kamu?relative? ”
ku jawab : “bukan.. mereka student kaya saya dari Indonesia”
Sambil menghela nafas, akhirnya si bapak2 ini menghampiri mereka dan yey berhasil akhirnya teman2 ku tidak perlu nunggu lama-lama lagi.
eh tau-tau saat mereka sudah ada di dekat saya, eh si Bapak ini bilang “you are a bad gurl!”
HAHAHAHA
——
PANIC ATTACK!
takut ketinggalan flight, mana harus nyari gate lagi. Sebelum keluar dari zona imigrasi, mesti nyari Counter American Airline buat check in bagasi. Finally, ketemu dan berhasil check in dan lagi-lagi antri buat security check. Alamak! kill me ! Antriannya panjang banget sampe ngga bisa nego lagi. Harus buru-buru ke gate ini soalnya dikittttt lagi boarding. Sampe akhirnya giliran diperiksa, tas ,sepatu dicopot dan masuk ke body scan. alhamdulillah nggak ada masalah. Trus sambil nanya ke petugas lagi untuk ke gate C1 gimana caranya?
dia jawab : “kamu harus naik skylink. caranya kamu jalan aja lurus dapet 7Eleven, naik tangga dan tunggu skylink menuju gate C”
Ternyata naik skylink mesti lewati beberapa terminal dan jarak satu terminal lumayan jauh. walaah, bandaranya bener-bener luar biasa besar. Finally terminal C1 dapat, eh tau-tau delay. OHMYGOD! benci-benci benci.