
Helloooooowww ladies, how are you guys doing? How’s school? Are you guys now working from home? Stay safe, stay healthy and don’t forget to wash your hands! Anyway, sebenarnya aku nggak tahu mau nulis apa, nggak ada bahan tulisan sama sekali. Tapi, mumpung kerjaan lagi nggak padet hari ini daaaaan kebetulan I’m on my period a.k.a “dapet”, jadi aku share pengalaman aja, yah, soal menggunakan cawan haid atau lazimnya dikenal dengan menstrual cup. Bukan kejuaraan mens , yah. I wish I knew it earlier (like 15 years ago)! I dunno how to start this but let me tell you gurls, you better switch your tampon or pad to this beautiful holy menstrual cup. I bet, 100% you’re gonna love it as I DO! Jadi gurls, pertama kali saya mendengar menstrual cup ini waktu saya di US. Jujur waktu itu belum kepikiran untuk membeli dan mengenakannya. Entah kenapa menginjak usia 30 tahun, I need to change something in my life. Setelah penuh pertimbangan dan research, I decide to use menstrual cup. Belinya nggak susah, tersedia di Tokped dan Shopee. Boleh dibilang harganya lumayan pricey, sih, tapi worth it kok. Saat ini saya memakai 2 jenis cup yaitu merk Organic Cup dan Blossom Cup. Mungkin diantara kalian udah ada yang pernah dengar soal menstrual cup atau malah sudah memakainya. Tapi for those who do not know about this, pasti kalian penasaran, gimana, sih, rasanya pakai mens cup? Cara masukinnya gimana? Sakit nggak? Emang selaput dara (hymen) nggak sobek, amankah untuk perawan? Well ladies, calm down! Let me tell you how does it feel. Are you ready?
Berdasarkan pengalaman saya, rasanya saat memakai menscup ini seperti iklan spring bed yang modelnya baru bangun tidur dengan paras senyum, lega, nyaman dan happy. Nah, seperti itu lah rasanya. It’s super duper comfy. Malah nggak berasa sama sekali, loh.
Gimana cara masukinnya? Tentunya dimasukkan ke lubang Vagina. Beda, loh, lubang uretra (untuk pipis) dan miss V ini. Cara untuk memasukkannya cukup bervariasi tergantung dari personal masing-masing. Untuk melipatnya (folding) sendiri, ada beberapa metode. Diantaranya ada yang disebut dengan C-fold, 7 fold, U-fold, S-Fold, punchdown fold, origami fold, labia fold. Begitupun dengan posisi badan kita untuk memasukkan si cawan silikon ini, relatif bervariasi. Bisa sambil jongkok, berdiri sambil menaikkan 1 kaki di kloset, berbaring di lantai sambil melebarkan kedua kaki (ngangkang). Yang jelas, RILEKS. Kalau aku sendiri yah, awalnya nervous dan butuh kurang lebih 4 menit untuk masuk sempurna dibantu dengan iringan Mozart hihihi. Saya coba C-fold tapi nggak berhasil sama sekali. Saya berdiri sambil menaikkan satu kaki di kloset, nggak berhasil juga. Akhirnya mengubah variasi lipatan dan saat memasukkan untuk kedua kalinya, butuh 3 detik saja. I nailed it. Teknik lipatan yang saya gunakan sampai sekarang adalah Punchdown fold dengan posisi jongkok. Kembali lagi, find your best way to insert it. Untuk melihat info lebih lanjut cara memasukkan dan melepaskan mens cup ini bisa di browsing aja. Mulai dari harga, review, cara membersihkan sampai dengan pembahasan procons keperawanan juga ada.

Manfaat yang saya rasakan menggunakan menscup antara lain;
- Nggak ada bau sama sekali. Memakai pembalut biasanya daerah intim jadi bau, lembab, berasa becek dan nggak nyaman. Buat kalian yang merasa tersiksa karena alergi dengan pembalut, cup ini jadi pilihan yang tepat buat kamu.
- Tahan lama. Produk yang saya pakai bisa bertahan lama hingga 10 tahun, loh.
- Menampung lebih banyak dari pembalut biasa. Bisa sampai 40ml.
- Nggak repot bolak balik toilet untuk ganti pembalut. Menscup ini bisa dipakai sampai 12 jam.
- Lebih hemat. Jadi bayangin, sehari butuh 3 pembalut, untuk periode 1 bulan (masa haid 6 hari misalnya) jadi 18 pembalut. Setahun total yang dipakai 216 pembalut. 10 tahun = 2,160 piece. 1 pack (isi 10) harganya Rp. 4,800. Jadi biaya untuk sedekade adalah Rp. 1,036,800. Sedangkan 1 harga cup berkisar Rp.400,000 (malah ada yang harganya kurang dari 200ribu), that’s a steal, ladies! Jauh lebih murah, kan? (Dah bener g,sih?) #gubrak
- Eco-friendly. Oh mother Earth, I am so sorry for wasting thousand pads in my whole life. Beneran, jadi kita turut berkontribusi untuk menjaga lingkungan kalau pakai menscup ini. FYI, bekas pembalut yang kita buang, butuh 500-800 tahun untuk terurai. That’s so terrible, isn’t it?
- Bisa dipakai saat renang juga, jogging dan aktifitas outdoor lainnya. Jadi nggak perlu khawatir bocor dan segala macam.
- Yang paling paling paling menyenangkan adalah saya tetap bisa memakai undies favorit saya meskipun dalam keadaan haid. Nggak ada lagi tuh namanya panties khusus menstruasi

So, there you go, guys. Tentu bukan hanya benefitnya yang saya rasakan. Semua ada plus minusnya, tapi berdasarkan pengalaman saya, memang kadang si V kurang bersahabat saat mau masukin si mens cupnya. But it doesn’t a big deal. Cukup tarik nafas, rileks, putar lagu Mozart kalo perlu (or your fave songs). Selain itu, mesti meluangkan waktu untuk bener-bener si cupnya itu steril dan bersih. Kalau pembalut, habis pakai tinggal buang aja, kan. But overall, I really like this. Nggak perlu khawatir dan takut, saya juga deg-degan waktu pertama kali nyoba, lebih membekali pengetahuan aja dulu sampai akhirnya sudah yakin bener, baru deh beli. Percaya deh ketakutan-ketakutan di dalam pikiran kita itu terlalu berlebihan. TRUST ME! Bukannya memaksa untuk beralih,yah, tulisan ini hanya secuil pengalaman saya memakai menscup selama kurang lebih 6 bulan dengan beberapa manfaat yang bener-bener saya rasakan. Back to you, ladies! 🙂