10 October 2017
I supposed to be in Sand Dunes,Mui Ne that time. Because of my trip partner was so exhausted, she prefers city touring than visiting Sand Dunes. It’s out of the plan which is I had to delete it from the list. This such situation sometimes happens when you are travelling with someone, don’t you?
Anyway, karena kunjungan ke gurun batal, jadinya saya memilih tempat menarik lainnya yang ada di Kota HCMC. Setelah browsing, akhirnya saya putuskan untuk ke Jade Emperor Pagoda. Dari hotel, saya dan Ibu naik Grab dengan biaya sebesar 20,000 Rupiah. Jade Emperor Pagoda adalah salah satu pagoda yang terkenal dari beberapa pagoda yang ada di kota HCMC. Phuoc Hai Tu (nama lain dari pagoda ini) dibangun pada tahun 1909. First impression : Biasa aja, gelap dan lumayan kotor dari luar. Kurang menarik pokoknya. Pagi itu,pengunjung lumayan banyak yang beribadah. Untuk masuk ke sini,nggak ada biaya apapun. Intinya jangan ribut,hargai orang yang lagi sembahyang. Sebelum pintu masuk bangunan,saya mampir sejenak di kolam ikan koi dan kura-kura. Overall, kalau dirate I will give 3/5 stars untuk tempat ini.
Nggak cukup 30 menit kami di tempat ini, saya putuskan untuk order Grab lagi menuju Gereja Pink. Sebenarnya waktu di mobil sempat liat ada tempat yang direkomendasikan oleh traveler ,yaitu gereja pink. Nah setelah saya lihat jarak dari pagoda ke gereja itu, ternyata nggak jauh, kurang dari 2 km saja, which is hanya 10,000 rupiah saja.
When we arrived, ternyata bangunannya sangat cantik mirip castle gitu. Pokoknya gereja yang paling cantik yang pernah saya liat, ya kali karena warnanya yang anti-mainstream. Nama gereja ini adalah Tan Dinh Church. Lokasinya ada di Quan 3 atau District 3.Gereja ini dibangun pada masa penjajahan Perancis dengan nama lain the Church of the Sacred Heart of Jesus atau Gereja Hati Kudus Yesus.