Holi Festival 2019

Bulan Maret bisa dikatakan adalah bulan yang dinanti oleh seluruh masyarakat di India. Color festival atau disebut juga dengan Holi festival menjadi salah satu perayaan terbesar dan terfavorit di India. Perayaan ini tidak hanya diadakan di India saja, akan tetapi di beberapa penjuru negara lain (jika ada komunitas Indians, yah pasti ada acara ini). Saya pribadi senang mengikuti festival, karnaval atau culture-events seperti ini. Kebetulan, di sela-sela sibuknya sekolah, saya dan beberapa teman saya (India juga) memutuskan untuk ikut merayakan Holi festival yang diadakan oleh mahasiswa India ASU (hallah, I mean Arizona State University). Event ini di adakan di salah satu park yang lumayan luas depan kampus ASU. Sambil lempar serbuk, bilang “Happy Holi!” ke orang yang dilempari. Event ini bukan hanya dihadiri oleh orang India or International students saja, akan tetapi banyak juga American students dan bahkan ada beberapa orang yang membawa keluarganya untuk turut dalam perayaan ini. Part paling seru dari perayaan ini yah acara lempar serbuknya. Mata kelilipan sampai makan serbuk segala, beneran.

Pengunjung yang datang sepertinya sudah sangat familiar dengan event ini, sampai-sampai 95% memakai kaos putih polos. Saya berangkat jam 10 pagi dan setelah tiba di TEKAPE, pengunjung diharuskan registrasi terlebih dahulu, kemudian ngantri lagi untuk mengambil serbuk warna-warni. Speaking of serbuk warna-warni itu, konon katanya, setiap warna ada makna tersendiri. Hijau berarti kebahagiaan, merah berarti kehidupan, kuning bermakna kemakmuran, biru melambangkan cinta dan damai. Setelah dapat serbuk sekantong, semua pengunjung bisa langsung melemparkan serbuk itu ke orang lain, ke siapa aja. Pokoknya mirip main pistol air lah, tembak aja, EGP.


Bagusnya, yah, karena serbuk ini aman dan nggak berbahaya terbuat dari bahan alami dan cocok untuk kulit Anda eh. Acara berlangsung berjam-jam dan diiringi oleh lagu hits India tentunya. Abis lempar-lemparan, sesekali menyegarkan tenggorokan di salah satu stand minuman yang sudah disiapkan oleh panitia; apalagi selain Mango Lassi (jus mangga dicampur dengan yoghurt, super kental dan manis).

Berkunjung ke Sedona

Bell Rock
Bell Rock

Sedona ! Seksi yah namanya. Nggak afdal rasanya tinggal di Arizona tanpa berkunjung ke Sedona. Thanks Coordinator paling ketjeh, Mr.Stephen Patterson yang sudah membawa anak CCI -Mesa ke Sedona. So, Sedona adalah daerah di bagian utara Phoenix yang terkenal karena panorama dan keindahan alamnya. Waktu itu, kami berangkat sekitar jam 8:30 pagi dari kampus mengendarai van Mesa Community College. Jarak dari Mesa- Sedona sekitar 2 jam. Saya dan teman-teman serta beberapa host parents berencana untuk mengunjungi beberapa tempat dalam sehari trip. Tempat itu antara lain Bell Rock dan Slide rock.

Karena perjalanan ini mengarah ke utara, suhu yang dari Super panas menjadi sedikit lebih hangat. It’s perfect to hike. Nah, sebelum ke Bell Rock, kami mampir makan siang dulu di kota Sedona. Kotanya cantik meskipun sangat touristic. Bangunan dan pemandangannya apik banget. Kami makan siang di salah satu tempat makan yang lumayan mahal (mungkin karena touristic place). Waktu itu saya pesan Cherry and Vanila Coke (yes, disini ada beberapa varian rasa Coke) dan chicken burgers. Total sekitar 18$. Mahal kan kalo dirupiahin? Hahah.

Ngomongin Coke, di US beda ama di Indo. Di US, kalo pesen Coke atau Pepsi atau sejenisnya,kita bisa re-fill sampe muntah. Jadi, misalnya beli 1 medium/large pepsi, nggak perlu takut kehabisan atau nggak cukup. We can drink as much as we want.

Nah, setelah makan siang kami singgah di Bell Rock. Bell Rock ini adalah gunung yang berwarna merah yang menyerupai bell raksasa. Jadi, ini salah satu icon dari Sedona. Baru kali ini rasain hiking di musim panas; bener-bener panas. Sampai-sampai nggak sampai ke puncak karena nggak sanggup. Tapi nggak apa-apalah yah namanya masih shock (ngeless).

Dari Bell rock lanjut berkendara lagi sekitar 15 menit ke Slide rock. Tempat ini sangat -sangat terkenal di Sedona karena pengunjung bisa sliding-slidingan sambil berenang cantik. Airnya sangat-sangat dingin, jadi paling pas buat ngadem. Waktu itu rame-ramenya pengunjung. Mulai dari anak ingusan sampai kakek-nenek. Disini, buat para lelaki non-American atau yah lelaki normal, bisa piknik manjah dengan beragam model ala-ala victoria secret. :p

CCI Mesa goes to Sedona
CCI Mesa goes to Sedona

Hiking pertamakali di AZ yang panasnya luar biasa
Hiking pertamakali di AZ yang panasnya luar biasa

SLide Rock
SLide Rock

It was one fine day trip bersama CCI students. We had so much fun. Kalau ada kesempatan, saya masih mau kembali ke tempat ini. It’s beautiful and worth to visit.

Living with My American Family (Orangtua Angkat)

Saat dijemput di Airport. Me and Iain
Saat dijemput di Airport. Me and Iain

Rasanya luar biasa sekaliĀ pas tiba di Amerika disambut sama orang tua angkat. Kog ada orangtua angkat sih? So, FYI kebetulan saya ditempatkan di Arizona sebagai international student. Luckily, untuk program yang saya ikuti, bagi siswa yang ditempatkan di Arizona bakal dikasih special gift yaitu dapat orang tua angkat, stay bersama keluarga baru American selama 2 minggu. Kenapa saya katakan beruntung? yah karena teman-teman saya yang berada di state lain tidak dapat hostparents šŸ™

Ketika saya tiba di Phoenix Sky Harbor International airport tanggal 14 July 2018, saya dijemput oleh keluarga baru saya. Sepekan sebelum tiba, saya sudah keep in touch sama mereka ; the Hayton’s (my host family name). Saat itu Ada MJ (Mom Jo) dan Iain (my lil bro) yang menyambut sangat-sangat hangat. Mereka ngasih ucaan selamat datang dengan tulisan yang berwarna-warni. I luv it.

Keluarga Angkat saya
Keluarga Angkat saya

Well, jadi saya di host oleh Craig (host dad), Joline (host mom), Fiona (lil sis) and Iain (lil bro). Mereka bisa saya bilang keluarga ketjeh banget. They are musicians. Saat pertama menginjakkan kaki di rumah mereka, saya nggak ada rasa canggung sama sekali. I mean, langsung cepat berbaur dan berinteraksi. Saya banyak belajar dari mereka khususnya soal cara mereka parenting, cara buat American pie , waffles dan masih banyak lagi. Selama tinggal sama mereka, pola makan saya berubah. Kami dinnernya jam 5 sore which is terlalu cepat bagi orang Indonesia. Makanan yang saya konsumsi sehari-hari rata-rata organic foods. Yes, very healthy. Ngomongin makanan, selama tinggal sama mereka, saya mencoba beberapa Italian, Mexican, American and Indian foods.

Bersepeda ria
Bersepeda ria

Host dad (kiri) dan Host Mom (tengah) saat melihat mereka nyanyi di gereja
Host dad (kiri) dan Host Mom (tengah) saat melihat mereka nyanyi di gereja

Dibuatin Apple Pie
Dibuatin Apple Pie

Di sela-sela waktu kami nonton bareng di rumah. Nggak hanya nonton, kami gowes bareng, renang (ada pool di backyard), ngemall, coloring books, nyanyi/dance dan hiking di A mountain. It was so much fun. Selama di host, kami di antar jemput di sekolah. Pokoknya I am very well-treated. Di tanya mau makan apa, mau bawa bekal apa, mau butuh ini mau butuh itu tinggal bilang. Oh iya, waktu datang pertama kali , saya di kasih beberapa hadiah berupa peralatan tulis menulis, handuk, cup untuk kopi dan peralatan mandi. They are very nice.

Coloring time with Bryan, Fiona and Iain
Coloring time with Bryan, Fiona and Iain

Sampai saat ini, meskipun nggak tinggal sama mereka lagi, mereka tetap nganggap saya sebagai anak dan part of Hayton’s family. They are so meaningful to me. Nggak pernah merasa bosan dan sendiri selama di US.

Photo 15-07-18 6.53.14 PM
With Rocky. Saya suka soalnya dia tenang banget.

Snapseed
Swim time at Home ..siang bolong MasyaAllah

Fresh From the oven! Thanks MJ!
Fresh From the oven! Thanks MJ!