
Dear Saskia,
Today is the day. A day is not necessary to celebrate, right? A day in a year that turning you digest more and more what you have been through. Three decades is not a short journey, isn’t it? Just so you know, you are doing amazing, Saskia!
Oktober.
Oktober tahun ini bisa menjadi bulan yang mungkin tidak kamu favoritkan, Saskia. Saya tahu, seandainya saja pandemi ini tidak ada, pasti kamu sudah merencanakan satu trip spesial bukan? Tapi tahukah kamu kalau Tuhan dan alam semesta ini lagi menegur kita semua. Iya, semua. Ingat, bukan hanya kamu yang terpisah dari keluarga di tanah rantau, bukan hanya kamu yang harus mencoba segala cara biar tetap waras dan bukan hanya kamu yang tinggal, hidup sebatang kara di satu ruangan kecil sampai berbulan-bulan. Marah, tak mengapa. Kesal, itu wajar. Ingat nggak bukunya Robin Sharma yang kamu baca baru-baru ini, Dia bilang “see your troubles as blessings”. Jadi nggak usah bersedih, jadikan momen ini lebih membentuk dirimu menjadi lebih baik lagi. Akan ada hikmah dari semua ini, percayalah. Dan sikap apa sebaik-baiknya untuk deal dengan itu? ….. Sabar.
Katamu sudah sabar? coba tambah lagi sabarnya. Mbo’ kamu itu, loh, wes wajar kalau ada rencana hidup yang tak berjalan sesuai harapan, wajar jika ada mimpi yang belum tercapai. Sekarang kamu fikir lagi, yah? Tiga dekade kamu bertumbuh menjadi perempuan yang sangat luar biasa, loh. Banyak orang-orang yang seumuran kamu belum mengenal dirinya sendiri ditambah mereka hidup dengan orangtua kandung mereka sedari lahir. Banyak hal yang mereka dapatkan dihidupnya tapi take it for granted. Kamu, iya kamu, memilih bibit-bibit kebaikan tumbuh dalam dirimu itu, you appreciate little things, tau diri dari keluarga yang nggak punya, nggak manja minta ina inu, meskipun dalam keadaan susah tapi nggak membuat kamu berhenti belajar, nggak membandingkan dirimu dengan orang lain, nggak membiarkan dirimu itu tumbuh menjadi manusia yang bodoh. Bisa jadi pencapaianmu saat ini adalah balasan yang dikasih Tuhan ke kamu atas kebaikan yang pernah kamu lakukan di masa lampau. Tuhan ngasih sahabat yang suportif, masih bekerja, sehat rohani dan jasmani, mau makan ada, nggak iri atas pencapaian orang lain, bisa menjadi diri kamu sendiri. Selain itu juga pernah diberi kesempatan untuk belajar ke luar negeri secara cuma-cuma. Dari silsilah keluarga, nggak pernah ada satupun anggota keluarga yang pernah merasakan itu, kan? Hanya kamu, Saskia. Mungkin saja ada orang diluar sana yang menginginkan kehidupan seperti yang kamu punya sekarang. We never know. Dan sikap apa sebaik-baiknya untuk hal ini? …… Bersyukur.
Kalau soal bersyukur, nggak diragukan lagilah. Wong di atas gojek aja masih sempat dzikiran. Jalan ke pasar tetap melafalkan syukur kepadaNya. You are a grateful person that I’ve ever seen, Saskia. Tetaplah selalu berterimakasih. Tetap rendah hati dan baik ke semua orang. Semoga doa-doa buatmu dari anak yatim yang kamu santuni selama ini terkabul, orang-orang yang kurang mampu, yang pernah kamu tolong semoga diam-diam mendoakan kebaikan buat kamu. Ditambahkan rejekimu, diberkahi umurmu, diperlancar urusan dan kerjaanmu, dihindarkan dari fitnah dan penyakit hati. Yakinlah ada balasan yang jauh lebih baik dijanjikan olehNya suatu saat nanti, tak diduga dan tak disangka. Aamiin, yah, Neng. Ingat kata orang bijak “Do good and good will come to you”
Yes, kalimat itu memang selayaknya ditanamkan sejak pikiran. Heran juga, yah, kog ada manusia yang masih jahat? Emang susah jadi baik, yah? Padahal ngasih senyum aja, itu udah powerful thing banget. Tapi namanya manusia, yah, Ndo’. Intine, tetap baik aja ke semua orang. Meskipun sebaik-baiknya kita, pasti ada aja yang nggak senang. Nabi aja banyak hatersnya. Apalagi kamu ahaha. Jangankan orang lain, yang pernah masuk ke inner circle kamu aja yah, nggak suka kamu. Udah ditegur tapi masih aja menjelek-jelekkan, yah sudahlah yah. Sesungguhnya orang yang menyindir, menyinggung, menertawakanmu di publik/sosmed, itu sebenarnya adalah orang yang menunjukkan sifat mereka sendiri. Bukan kamu. Kata orang bijak lagi nih, “Never let anyone belittle you. Their unkind words are a reflection of their truth, insecurities and what they wish for you to be.” Dan sikap apa sebaik-baiknya untuk deal dengan itu? …. Diam dan forgive yourself for allowing them to hurt you, dear.
Umur berapa sekarang? 31, yah? No matter how old are you, mau single tahun ini, enjoy it. Nggak perlu khawatir, nggak perlu minder, nggak perlu dengerin apa kata orang lain (emang lu nggak mikirin, sih, yah). Ada yang baru menemukan jodohnya di usia 40an, ada yang nikah di usia 19 tahun. Timeline kamu dan mereka berbeda. Jangan mau nikah karena untuk mengubah status doang atau butuh validasi orang lain, pelarian atau sekedar menghilangkan kebosanan. Nikahlah saat kamu siap. Nikah itu bukan skedar ngewe’, tapi bring you to the next level. Level sabar, level peduli, tanggungjawab, etc. Santay ajalah. Ingat tadi saya bilang apa? Rejeki sebagai bentuk balasan kebaikanmu bisa datang kapan saja dan nggak disangka-sangka, termasuk mungkin Tuhan menghadirkan kamu dengan orang baru, besok atau lusa? life is full of surprises, dear. Intinya tetep inget kata penulis andalanmu, om Paulo Coelho “Hiduplah secara sederhana. Bermimpilah yang besar. Bersyukur. Berilah cinta. Tertawalah yang banyak.”
Ngomong-ngomong soal tertawa… Ah jadi ingat, Saskia kecil puluhan tahun lalu manjet pohon kedondong diserbu ama semut-semut besar sampe badan benjol semua, pulang sekolah jatuh di got karena banjir (jalannya ng’ keliatan soalnya), sengaja numpahin sebagian minyak tanah di jalan karena keberatan (jalan bawa jeriken dari warung ke rumah yang lumayan jauh untuk anak kecil berumur 10 tahun). Diketawain sama orang rumah, yah ikut ketawa jadinya. Pokoknya dibawa ketawa aja. Maklum, udah susah, kalau nggak ketawa jadinya stress. Mungkin orang-orang rumah waktu itu pake metode Just laughin’ it, dude! . Apalagi pas SMA udah ketemu yang namanya Si Nino, kelar dah tuh. Tapi efek dari ketawa-ketawa itu ternyata keliatan, kan? You are looking younger than your age. Konon katanya, ketawa bisa bikin orang awet muda. Buktinya, orang-orang yang kamu temui di US kemaren, nggak satu dua orang yang bilang usiamu 21 tahun. Nenek angkatmu bilang 19 tahun, kakek angkat bilang 20 tahun. Bahkan teman di tempat kerja sekarang ada yang ngira kamu 25 tahun. Dan masih banyak orang-orang lain yang pernah kamu temui and they guessed it wrong! LOL That’s a good thing, right?
Haaa, kalo dipikir-pikir, seru juga,yah, inget kenangan-kenangan doeloe. It’s been a great journey and still counting.
Yowes mandi dulu sana, eh, saya punya ide, gimana kalau besok kita bagi-bagi beras lagi sekalian buat kue?. Tapi sepedanya dibawa ke bengkel dulu atuh, Neng. Satu juga, tuh artikel buat Mojok dirampungin. Ya kali aja dimuat, kan? mayan tambahan buat beli blender baru. hahaha. Kamu jaga kesehatan, doain keluarga, teman-temanmu, boss kamu, tetangga yang berduka, orang-orang diluar sana yang berjuang keras untuk melanjutkan hidup disituasi seperti sekarang. Doain biar kamu tetep bekerja, nggak di PHK (amit amit). Dan yang terpenting, semoga bumi ini lekas pulih kembali dan Corona menghilang biar kamu bisa melanjutkan petualangan hidup yang jauh lebih seru lagi. YES?
Selamat ulang tahun!
Love you,
Saskia