
Unbelievable! Look, I am 30 years old now. Thirty! Tiga Puluh. Three Zero. Tiga dekade. That is a big namba. 8 Oktober 2019, Thirty AF! O’ God, let me write a letter for you!
Dear Allah,
Saya menulis ini setelah mengambil nafas panjang berkali-kali diiringi melodi Mozart tanpa secangkir kopi karena masih di atas tempat tidur alias mager. First of all, terimakasih sudah sangat baik, sudah melimpahkan banyak berkah, rejeki, kesehatan kepada saya selama tiga dasawarsa ini. Terlampau banyak yang Engkau telah kasih dan all that I can say is Thank you! Do you mind if I am asking more? Do you mind if I write down a list of hope?. I will never ever forget the joy you gave me, the strength, the breath, this brain and every single little thing in my life that I can’t mention one by one. Saya buat beberapa kategori kali ini sedikit berbeda dengan harapan-harapan beberapa tahun silam. So, here it is;
Kesehatan The most priceless and precious thing ever. Badan sehat, raga kuat, mental baik adalah anugerah dan rejeki terbesar yang selama ini Engkau berikan. Hingga detik ini, masih bisa bernafas dengan baik, berjalan, berdiri, teriak daaaaaan tidur. I know I am not young anymore. My body is exhausted, I felt that. In the last 3 months, saya banyak nonton film dokumenter soal lifestyle dan banyak membaca buku soal kesehatan juga dan saya sadar, bahwa mungkin selam 29 tahun ini I take my body for granted. Organ tubuh saya yang bekerja 24/7 mesti saya perhatikan. TODAY, di umur 30 tahun ini, saya memutuskan untuk tidak mengkonsumsi meat and chicken. Saya sadar, I insulted my body. Saya pun sadar, saya keliatan luarnya doang yang sehat, padahal my liver, my other organs are working so hard. Junk food, processed meat or many things hanya untuk dan demi menyenangkan lidah dan tenggorokanku saja. Saya udah nggak minum soda sejak 5 bulan lalu and that’s my first step to be a healthy person. Yes, I decide not to drink that shit anymore. I hope this kind of new lifestyle brings a better life for me, now and many years ahead. Yes, Chapter 1: becoming a vegetarian? whatever that name. Some people will gonna judge me or nyinyirin saya, but who cares? This is for my life ahead. I wanna be strong, I wanna be happy, I wanna food be my medicine. Setelah melihat banyak successful stories di film, di buku, nggak ada salahnya mencoba, right? Well, yang kedua adalah….
Karir Flashback karir. Sejak lulus bangku kuliah, 2 bulan setelah wisuda, Engkau kasih kesempatan buat kerja sebagai kasir di salah satu pembiayaan motor. Setelah itu, masuk di satu perusahaan Internasional sebagai sekretaris, lalu menjadi admin Cocoa Sustanability Program di perusahaan yang sama. Setelah itu, tepatnya 3 bulan lalu, saya di rekrut menjadi executive assistant. Look, kadang saya berfikir, why I got these jobs? Dimana-mana seorang sekertaris atau executive assistant pasti penampilannya menarik, kan,yah, pakai rok, dress, high heels, skinny. Lah guwe, Go Figure! Sometimes I was asking myself, God, are you kidding me? Is there any reason for putting me here? Well, a job that I could ever imagined since I was a kid. Dari kecil emang bingung sih mau jadi apa, dulu kalau ada yang nanya, aku ikut-ikutan saja, jadi guru, kadang dokter. Sekarang kalau boleh milih, saya mau jadi orang yang aktif di UN agency, let say, UNHCR, UNICEF. hihih I know, you are laughing at me now. Skill aja nggak punya,ya kaaaan. I am not joking, seru aja kayanya kerja di salah satu UN agency. Paling nggak, mungkin you can grant me a “skill” or a new path to help others or not just helping but also involve me in UN SDGs program, atau dianugrahi skills yang masuk di Top 10 the most demand hard skills in 2020? wooosahhhh……. kalau misalnya akhirnya dikasih rejeki nikah dan mesti di rumah jadi IRT nggak masalah juga sih. I can do a lot of quirky things at home. Anyway, my point is just to say thank you sudah diberikan pekerjaan, merasakan dunia kerja seperti apa dan semoga Engkau memberkati pekerjaan saya. Saya juga memohon untuk semua anggota keluarga saya diberkahi pekerjaannya juga teman-teman saya yang mungkin lagi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan atau sedang kesulitan dengan pekerjaan yang mereka tekuni sekarang, saya mohon mudahkanlah dan berilah jalan keluar.
Relationship Ngomong-ngomong, kategorinya macam zodiak aja,yah. Career, kesehatan, relationship. cckkck…. Soal relationship, tunggu, aku ambil nafas dulu. Well, you know lah yah masalah hubungan saya, ditinggal dan diputusin, you know all of it. Mungkin mantan saya adalah orang yang paling membenci saya sekarang but that’s fine. It his choice. Beberapa tahun berturut-turut, setiap pagi pasti dia ngasih ucapan di hari spesial ini. Kenapa pagi? karena dia kebiasaannya tidur jam 10 malem. Satu hal yang buat dia bangun dan begadang tidak lain tidak bukan adalah Match Manchester city. But now, I got nothing from him and it’s fine. So,sekarang saya nggak lagi terikat dengan siapa pun. Sekarang saya juga tidak haus akan suatu hubungan. Saya juga tidak dalam keadaan dipaksa atau dipush oleh keluarga untuk menikah. I am thirthy, they are fine with that. Kakak saya nikah di usia 26 tahun, dikarunia 2 anak lucu dan masyaAllah cerdas and my mom got merried pretty young as well, while me? that’s not a big deal. I am so lucky having them, tidak memaksa dan tidak menjodohkan eh tapi, nggak ada salahnya buat permohonan kan soal ini? Saya mah, nggak muluk-muluk, beneran. Maunya sih, dapat yang Bertanggung jawab ama ucapan dan tindakan, setia, open-minded, mindful, cerdas, humoris. Mau jadi sahabat, partner apapun itu yang tidak akan pernah membuat pasangannya sangat sakit hati dan selalu merasa beruntung memiliki satu sama lain. He values our relationship and accept me the way I am. Life partner dalam hal yah mau ngurus rumah juga cuci piring, mau jaga anak, mau ke pasar dan (whispering) ………………………..good at bed 😛 – Nggak peduli mau dipertemukan dengan orang Australia, Ambon, Palembang, Amrik, South Africa, Jawa, Medan, Italia , atau mantan juga nggak masalah lah. Rupa nggak masalah, semua menua juga pada waktunya. Mau orangnya non-veg juga nggak masalah, I still can cook yum seafood for him tho. Okey, next apa lagi yah? hmmm mau diajak hidup sederhana atau mungkin dikasih orang penganut enoughism mungkin. Punya 1 rumah yang betul-betul disebut sebagai HOME. Furniture seadanya aja yang jelas cozy, wooden stuff, cukup buat keluarga kecil. Biar budgetnya bisa sebagian untuk rekreasi keluarga. Lebih mau makan di rumah bareng keluarga, bukan gamer, nggak merokok dan rajin ibadah. Lah, kog jadi banyak maunya, yah. C’mon, among 7 billion people? Well, kalau dipertemukan dengan lelaki seperti itu, Alhamdulillah. Kalau misalnya jodoh saya belom lahir, yah gpp. Jika garis tangan saya stay single forever, that’s not a big problem. I know, I am living where a marriage is a default culture dan anggapan seorang gadis tua itu terkesan gimana gitu, yah. But, what is the point marrying someone who doesn’t give you a happy life? I know semua pernikahan pasti addddaa ajah masalahnya. I know there will be fights, argues that’s normal. Harapku yah semoga dapat dan menuanya bareng, a monogamous relationship. BUT, apa iyah, jodoh di tangan Tuhan saja? I don’t think so. Saya lebih cenderung mikir kalau jodoh itu di tangan manusia juga. I’ve seen a lot of couples, pacaran dan nikah dan saya pikir bukan dari Tuhan semata. I believe manusia juga mengatur dan menentukan jodohnya sendiri. Tuhan yang granted karena effort manusia itu sendiri. Kasus saya, misalnya, jalan 5 tahun, sudah banyak rencana ba bi bu soal nikah, punya berapa anak, mau tinggal di mana, tapi, yah, berujung ditinggal karena nggak bisa jaga emosi yang berapi-api dan emosi yang melenyapkan semua mimpi-mimpi 5 tahun bersama itu, bukan Tuhan saya pikir. It’s about self-control, value the relationship yang kurang dan sepertinya betul kata orang bijak, jangan mengambil keputusan jika sedang marah. Iya, karena kalau kangen lagi, gimana? sapa, baper, kabur lagi, ah dasar manusia. Ah,Forget it. Memang soal relationship, rumit dan panjang hahahaa.
Anyway, I gotta go take a shower and get ready for work! Thanks for this wonderful life! I am grateful as a person, I am more content and alive. See you, 31 !!!
Love,
Saskia