2019

Here we go again! WOW, there are a lot going on here. Pas nulis ini aku lagi demam alias tumbang setelah traveling kemaren. Cuaca sekarang cukup mendukung untuk berdiam di kamar saja. Hujan, mau tidur nggak bisa, nunggu reaksi paracetamol dari tadi nggak kunjung datang. Daripada bengong (sebenarnya nggak bakal bengong,sih) mending nulis aja sambil dengerin suaranya Chris Martin di Spotify. Seperti malam-malam pergantian tahun baru sebelumnya, memang mesti sempetin nulis. Saya menyebut malam tahun baru sebagai a contemplation night atau self-reflection night.
Seperti yang saya katakan di awal, ada buaaaanyak banget yang terjadi di kehidupan saya sehari-hari di tahun 2019 ini. Suka duka sudah pasti. Pencapaian terbesar di 2019 adalah berhasil dan sukses menyelesaikan study di US dan selamat tiba di kampung halaman bersua dengan keluarga tercinta. Di tahun ini pula kisah percintaan saya berak-hir setelah 5 tahun jalan dan diputusin pas awal-awalnya merantau dan mengadu nasib di kampung orang lain. I cried a lot to be honest, I couldn’t handle my emotions selama beberapa bulan. I am Libra which is I live with my gut feelings (mostly). LOL.
Day by day, I tried to deal with it dan berdamai dengan kondisi yang saya hadapi sekarang. As wise men said Time is Healer, yes, itu benar. Saya belajar lebih banyak untuk menyayangi dan mencintai diri saya. Sampai tiba di hari ulang tahun saya di bulan Oktober, saya mulai berfikir untuk melakukan perjalanan solo. Hitung-hitung sebagai reward buat saya. Selama beberapa bulan terakhir, intensitas baca saya lebih meningkat dan melakukan banyak hal baru di keseharian saya. Misalnya lebih banyak donasi (offline dan online), banyak nonton film dokumenter, maen rubik, dan exercise sebelum ke kantor.

Lantas apa RESOLUSI DI TAHUN 2020?
Tentu ada beberapa hal yang ingin saya lakukan. Antara lain :
1. Lebih banyak invest untuk kesehatan saya. Badan sudah menua dan saatnya untuk lebih konsen dengan ini. Melanjutkan perjalanan sebagai seorang vegetarian dan lebih banyak exercise.
2. Lanjutin minimalism. Dalam hal ini, saya mulai cut budget untuk pakaian kantor. Per 2 January saya akan mengenakan baju (atasan) yang sama tiap harinya. It sounds crazy maybe but I have a reason for that. Selama saya kerja (6 bulan terakhir) saya memakai 5 pasang pakaian kantor dengan motif dan model yang berbeda. Anehnya masih saja wasting my time di pagi hari padahal baju udah dikit gitu. Kemaren sebelum libur natal, saya sempatkan ke mall untuk belanja baju kantor yang akan saya gunakan nanti di 2020. Setelah tengok sana sini, keluar masuk satu store ke store lain, akhirnya pilihan saya jatuh pada kemeja hitam polos lengan panjang merk The Executive. It’s affordable dan saya beli 3 buat dipakai gawe Senin-Jumat. Motif saya untuk memakai baju yang sama adalah biar pagi hari saya tidak disibukkan dengan memikirkan baju apa yang akan saya pakai. Mending pagi hari saya manfaatin baca buku atau maen rubik mungkin? Atau dancing on the floor sebelum gawe?. Call me weird, crazy or whateva. Up to you and that’s fine. I know what I do. Daripada shopping pakaian mulu, itung-itung budgetnya bisa saya gunakan buat beli avocado oil misalnya.
Saya udah pernah di tahap pake sepatu, tas dan baju dengan warna yang senada. Tiap hari gonta-ganti tas kantor dan sepatu. Whats the point? Untungnya lebih cepat sadar bahwa that was a silly thing to do (for me) dan yang saya inginkan sekarang adalah kesederhanaan saja. Biarlah saya di cap tidak modis, cupu, apapun itu. But you know what, have you ask yourself that WHY DO WE OWN SO MANY THINGS when we dont NEED them? (kutipan dari Fumio Sasaki) ” The answer is because we are desperate to convey our value, our worth to others. Then we use SUBJECTS TO TELL PEOPLE just how valuable we are”.

3. Target 2-3x sebulan kunjungan ke panti asuhan sekitar Tangerang. Entah ngobrol ama anak-anak panti, maen, atau bantu-bantu Ibu panti masak mungkin? now I got the list of them. Thanks internet.

4. Nikah. Hmmm. Kalau memang rejeki di tahun ini bersama Mr. Right, why not? Saya juga nggak mau terburu-buru karena hanya ingin dapat validasi dari keluarga, teman atau orang lain. I wanna marry someone who treat me like a queen and I treat him like a King. I wanna marry a man not a boy. Saya ingin menikah dengan pria yang tak iri dengan pasangannya, menanyakan mengapa saya diam sepanjang hari bukan marah karena saya act different. I wanna marry someone who has a great heart, generous, loyal and honest person. Pun kalau saya dipertemukan 2,3 atau 5 tahun ke depan, thats totally fine. Itu berarti udah jadi timeline saya. I wanna live happily with him, full of laughters, doing silly things and of course great sex. The most important is wish the spark between us selalu ada.

4. Semoga tahun depan bisa lebih banyak baca buku (utamanya soal deception/deceit atau kebohongan).

5. Lebih sering nulis di blog.

6. Tak kalah penting adalah semoga keluarga dan teman-teman saya di beri kesehatan, umur panjang ,rejeki dan selalu dalam lindunganNya.

Well I think that’s all. Terimakasih 2019 dan Selamat datang 2020! I know it would be a great and fruitful year ! Aamiin

Thank God!